Tekan Disinformasi, Bawaslu Kota Gunungsitoli Ajak Mahasiswa Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
GUNUNGSITOLI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli menggelar kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi guna memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat menjelang pelaksanaan pemilu. Dalam forum strategis ini, Bawaslu secara khusus mengajak kaum mahasiswa untuk aktif menekan dan memerangi penyebaran isu disinformasi atau hoaks di media sosial.
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli, Lutherman Harefa mengajak seluruh lapisan mahasiswa untuk menjadi benteng pertahanan dalam melawan penyebaran hoaks. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi yang berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026.
Dalam paparannya, Lutherman menegaskan bahwa Bawaslu berkomitmen penuh dalam melakukan strategi pencegahan langsung terhadap isu disinformasi. Langkah utama yang diambil adalah peningkatan literasi digital masyarakat, penguatan pengawasan partisipatif, serta mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga kondusivitas dan ruang digital yang bersih selama tahapan pemilu.
"Bawaslu juga berperan aktif dalam menyampaikan klarifikasi informasi terkait penanganan pelanggaran sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku. Selain itu, kami terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif demi tegaknya keadilan pemilu," ujar Lutherman Harefa
Diskusi interaktif ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Gunungsitoli, Lutherman Harefa selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas, bersama staf sekretariat Divisi HP2H Bawaslu Kota Gunungsitoli, dan peserta dari organisasi mahasiswa di Kota Gunungsitoli tampak antusias mendalami materi tentang teknik verifikasi fakta dan strategi penangkalan hoaks demi mewujudkan pemilu yang damai, bersih, dan berintegritas.