Gunungsitoli, 21 November 2025_Bawaslu Kota Gunungsitoli Menghadiri pelaksanaan kegiatan Diskusi dalam jaringan (Daring) Pendidikan Pengawas Partisipatif 2025 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Utara. Program ini dengan Tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" bertujuan untuk membentuk kader pengawas pemilu partisipatif dari berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, kelompok kepemudaan, dan pegiat kepemiluan.
Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dapat meningkatkan literasi kepemiluan dan keterlibatan publik dalam menjaga integritas pemilu. Melalui P2P diharapkan para kader mampu melaksanakan pendidikan, membangun jaringan dan komunitas secara mandiri, serta menjadi teladan dalam penguatan demokrasi dan partisipasi masyarakat menuju Pemilu 2029.
Sesi pertama kegiatan Diskusi diisi oleh Narasumber Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Data dan Informasi, Wakil Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Saut Boangmanalu, S.Th.,MM yang dipandu langsung oleh Fasilitator Anggota Bawaslu Kota Gunungsitoli Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Nur Alia Lase, M.Pd membahas secara komprehensif mengenai teknis permohonan penyelesaian sengketa pemilu. Narasumber menjelaskan prosedur penyampaian permohonan, jenis-jenis sengketa proses pemilu, serta peran Bawaslu dalam memastikan penyelesaian sengketa berjalan objektif, cepat, dan sesuai peraturan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Gunungsitoli, Lutherman Harefa, S.Pd memaparkan teknis pencegahan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pemilu. Dalam penyampaiannya, ia menekankan strategi pencegahan berbasis digital, pengawasan sarana pemantauan proses pemilu menggunakan platform media, dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam meminimalisir potensi pelanggaran sejak awal tahapan.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, dengan suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif. Peserta diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan sehingga materi dapat dipahami secara lebih aplikatif.
Sebelum sesi rencana tindak lanjut atau RTL diskusi tersebut pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera selaku Koordinator Pencegahan Partisipasi Masyarakat, Suhadi Situmorang menegaskan menjelang pemilu 2029 yang akan kita hadapi nantinya kita harus mempersiapkan diri dari sekarang agar pemilu kedepan akan lebih baik dari pada pemilu sebelumnya. Diharapakan dapat menjadi foluntir pengawas pemilu yang partisipatif yang mandiri dan berintegritas dan dapat bekerjasama dengan Bawaslu dalam mencegah pelanggaran tahapan pemilu.
"Kita semua memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan bahwa pemilu itu berjalan jujur dan adil langsung umum bebas rahasia sebagaimana amanat pasal 22 E ayat 1 UUD tahun 1945, kita berperan untuk berintegritas dan bermartabat memiliki tugas dan tanggungjawab antara lain menjaga netralitas aparatur sipil negara, TNI Polri, aparat desa, dan pihak-pihak yang harus dijaga untuk netralitas"
Sangat mengapresiasi kepada kita semua untuk tetap setia memberikan waktu dan berkempatan berdiskusi bersama dengan para narasumber hari ini kita berkumpul untuk meningkatkan kesadaran kita dalam mengawal proses demokrasi secara khusus pemilu 2029 yang akan datang.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat kapasitas dan semangat kolaboratif pengawas partisipatif dan jajaran pengawas dalam mengawal proses pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya.