Lompat ke isi utama

Berita

Kawal proses Demokrasi, Bawaslu Kota Gunungsitoli Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026

Pendidikan Pengawas Partisipatif

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Foto bersama pada Rabu (24/6). 

Gunungsitoli_Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Gunungsitoli melaksanakan kegiatan pendidikan pengawas partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, yang diikuti sebanyak 33 peserta dari Mahasiswa, organisasi masyarakat, komunitas serta dari kalangan pelajar tingkat SMA secara tatap muka pada Rabu (24/06/2025, bertempat di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Gunungsitoli.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Gunungsitoli, Elmizarti, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sangat penting sebagai upaya untuk memperluas keterlibatan masyarakat khususnya bagi generasi muda menjadi agen perubahan dalam mengawal proses demokrasi. 

sambutan 1

“Melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan pemahaman tentang kepemiluan, karna output kegiatan ini melahirkan kader-kader pengawas partisipatif menjadi generasi yang peduli untuk tetap menjaga kualitas demokrasi. Oleh sebab itu, kami berharap seluruh perserta dapat menjadi agen pengawasan partisipatif dilingkungan masing-masing”, ujarnya

Sementara itu, Koordinator Hukum, Pecegahan, Partisipatif Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Lutherman Harefa, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan P2P ini sangat penting untuk dilaksanakan karna untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengawasan pemilu mengajak seluruh kader pengawas pendidikan partisipatif untuk mengambil andil dalam melakukan pengawasan dan langkah-langkah pencegahan terhadap pengawasan pemilu/pilkada. Melalui para kader pengawasan partisipatif yang telah dididik ini, mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepemiluan terutama dalam hal pengawasan pemilu.

sambutan 2

“Fungsi utama dalam melakukan pengawasan setiap tahapan pemilu adalah melakukan pencegahan, penindakan dan penyelesaian sengketa proses pemilu. Selain itu, Bawaslu Kota Gunungsitoli melakukan pengawasan partisipatif secara tatap muka/luring yang dilaksanakan pada hari ini”, tegasnya

Ia juga menekankan bahwa tujuan pembelajaran mengarahkan peserta memahami pendidikan pengawasan partisipatif untuk membangun kesadaran dan membekali masyarakat agar mampu bertindak sebagai subjek pengawas pada setiap tahapan pemilu, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membantu fungsi utama Bawaslu guna mewujudkan pemilu yang demokratis, berkualitas, dan bermartabat.

“Kami menghimbau agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh kader pengawasan partisipatif dari awal hingga selesai untuk bersama-sama mengikuti kegiatan ini, kami mengharapkan pada saat pedalaman materi dan ruang diskusi nantinya diharapkan memberikan pertanyaan baik berupa informasi atau reverensi untuk dapat kita tuntaskan bersama”

peserta p2p

Kegiatan ini bukan hanya seremoni dan sekedar penyerapan anggaran melainkan ada output serta bersifat mengikat agar kegiatan ini lebih terarah untuk memberikan peran dan keterlibatan pengawas partisipatif khususnya diwilayah kota Gunungsitoli.

Selain itu, melalui laporan panitia oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Gunungsitoli, Kasihani Eli Lahagu, SE, menjelaskan bahwa pelaksanaan P2P Tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan kapasitas masyarakat dalam bidang kepemiluan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan tahapan pemilu.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk masyarakat yang kritis, peduli dan memiliki kesadaran bersama-sama menjaga integritas transparansi serta kualitas demokrasi” tuturnya

peserta p2p

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat. Dengan hadirnya kegiatan ini, dapat memberikan penguatan dan pemahaman serta meningkatkan semangat menumbuhkan komitmen dalam pengawasan tahapan pemilu atau pemilihan dimasa yang akan datang.

Semoga melalui kegiatan pendidikan pengawas partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kota Gunungsitoli berharap dapat melahirkan generasi pengawas partisipatif yang aktif serta menjadikan ruang pembelajaran penguatan peran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.