Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Penyelenggaran Pemilu diluar tahapan, Bawaslu Kota Gunungsitoli lakukan Konsolidasi Demokrasi dengan Masyarakat

Foto kegiatan diskusi Konsolidasi Demokrasi

Bawaslu Kota Gunungsitoli melaksanakan kegiatan diskusi Konsolidasi Demokrasi dalam memperkuat Penyelenggaraan Pemilu diluar tahapan dengan masyarakat sipil di tempat Warung Agam yang berada dilokasi Desa Ombolata Ulu Kecamatan Gunungsitoli. Senin (26/01/2026).

Konsolidasi tersebut dilaksanakan langsung oleh Pimpinan Bawaslu Kota Gunungsitoli, Lutherman Harefa beserta Staf Sekretariat Bawaslu Kota Gunungsitoli. Forum diskusi berlangsung dinamis sebagai ruang pertukaran gagasan antara Bawaslu dengan elemen masyarakat dalam memperkuat demokrasi partisipatif.

Mengawali forum diskusi, Lutherman menyampaikan konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu merupakan langkah pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran pemilu. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Foto diskusi dengan masyarakat

Ia menerangkan kunjungan ini dilakukan secara berkala sekaligus silaturahmi dan edukasi kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan konsolidasi demokrasi melalui dialog interaktif baik dengan pemangku kepentingan, organisasi, kelompok, mahasiswa atau akademisi, dalam membahas isu-isu kepemiluan dan wacana kebijakan untukmencegah praktik politik uang dan bersinergi meningkatkan partisipasi pengawasan

Sebagaimana dititik fokuskan pada penguatan pengawasan partisipatif, pencegahan politik uang, dan peningkatan kualitas pemilu melalui dialog, edukasi, serta kemitraan dengan masyarakat sipil. Ia menekankan perlunya penguatan literasi politik agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik pragmatis dan informasi yang menyesatkan.

Dalam diskusi itu salah satu isu utama yang dibahas adalah peran strategis Bawaslu, yang tidak hanya sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis. Penguatan kolaborasi antara Masyarakat dan Bawaslu dinilai penting untuk menyatukan persepsi demi optimalisasi penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

Foto diskusi dengan masyarakat

Selain itu, aspek pengawasan partisipatif turut menjadi perhatian. Pelibatan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pencegahan pelanggaran seperti praktik politik uang juga dibahas secara mendalam, penekanan pada pendidikan politik dan isu-isu demokrasi, untuk menyamakan persepsi dan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga pemilu yang jujur dan adil.

Lebih lanjut, diskusi membahas tentang tantangan relasi agama dan politik, populisme, penolakan politik uang dan pengawasan berbasis digital untuk membangun fondasi demokrasi yang berkualitas, penting sosialisasi masif sejak dini guna memperkuat kesiapan masyarakat sipil dan kelembagaan menjelang Pemilu 2029.

Melalui kegiatan konsoldasi demokrasi ini, Bawaslu Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkeadilan.